Site Network: Lembaga Publikasi Uniflor |

 



Suara Uniflor, Edisi : 09, Tanggal 12 Mei 2012

Positioning Kabupaten di Flores


  


Oleh  Mansyur Abdul Hamid, S.E.,M.M.
Kepala Lembaga Kewirausahan, Dosen  Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Flores

Kabupaten-kabupaten di Flores perlu menyadari keunggulan atau kekuatan komperatif masing-masing untuk membentuk gugus kekuatan bersama dalam berkompetisi dengan kabupaten lain di Indonesia. Ini dilakukan dengan integrasi dan koordinasi berkelanjutan  kabupaten-kabupaten di Flores bahwa kabupaten-kabupaten di Flores adalah sebuah produk yang pantas dan layak dijual kepada konsumen akhir, yaitu para investor yang akan mengivestasikan modalnya di Flores.

Kabupaten-kabupaten di Flores perlu membuka keran investasi seluas-luasnya kepada investor dengan tetap memperhatikan kearifan lokal sehingga proses keberlajutan untuk generasi berikutnya akan terjaga. Investasi memberi banyak peluang bagi kemajuan pembangunan di di Flores yang muara akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masayarakat Flores dari besaran pendapatan asli daerah.

Menyadari Flores sebagai produk maka hal utama yang dilakukan adalah menentukan positioning dari masing-masing kabupaten di Flores dan merepositioning kembali agar lebih optimal dalam berkompetisi antar kabupaten Flores. Perlu menyadari bahwa sebuah daerah ibarat sebuah perusahaan. Untuk mengubah suatu daerah perlu mengubah mindset pengambil kebijakan di daerah untuk diarahkan pada oriented profit dengan pendekatan social service untuk publik. 

Positioning adalah tindakan perusahaan (dalam hal ini daerah kabupaten di Flores) dalam merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu pada ingatan konsumen (investor). Dengan demikian, konsumen segmen memahami dan menghargai apa yang dilakukan daerah dalam kaitannya dengan para pesaingnya.

Dengan kata lain, positioning adalah suatu tindakan atau langkah dari kabupaten-kabupaten di Flores untuk mendesain citra kabupaten, menawarkan nilai kepada investor dalam suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai dilakukan suatu segmen tertentu.

Menurut Cravens (1991: 255), keputusan pemilihan target pasar merupakan titik vokal dari strategi pemasaran itu sendiri dan menjadi dasar dalam penentuan tujuan dan pengembangan strategi positioning. Strategi positioning merupakan faktor utama dalam meningkatkan kekuatan posisi pasar kabupaten di suatu pasar tertentu dibandingkan pesaing-pesaingnya.

Peran positioning dalam strategi pemasaran kabupaten menurut Craven (1991: 270)  memegang peran sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal kabupaten yang ada. Alasannya, sekarang ini para investor dilanda over komunikasi karena terjadi ledakan informasi media, yang dapat diakses oleh mereka tentang kebijakan masing masing kabupaten di Flores lewat internet.

Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu investasi yang over komunikasi, kabupaten-kabupaten di Flores sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan kelemahan kabupaten sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Itulah sebabnya, ancangan dasar positioning tidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan kabupaten yang lain,  tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam pikiran dan mengaitkan hubungan-hubungan yang telah ada.

Positioning yang dikemukakan Kenna (1985:37) menjelaskan perusahaan sewaktu-waktu  akan melakukan product positioning perlu mempertimbangkan empat hal kunci utama, disebut sebagai The Golden Rules of Product. Adapun rinciannya sebagai berikut.

Pertama, kabupaten perlu mengkuti trend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi. Kedua, kabupaten harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kebijakan yang tdiak merugikan para investor. Ketiga, kabupaten harus menargetkan keunggulan kabupatennya pada segmen pasar tertentu, misalnya pada segmen investor bermodal besar berskala internasional atau investor menengah atau investor lokal. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar. Keempat, kabupaten harus terbuka dan berbenah, kemudian memperhatikan reaksi pasar.
Product positioning berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan keunggulan daerah ditujukan untuk melayani target market tertentu. Oleh karena itu, strategi product positioning sebagai suatu strategi digunakan untuk menanamkan suatu citra kabupaten di benak investor sehingga setiap kabupaten akan fokus pada pembangunan sesuai kelebihan daerahnya masing-masing. 

Kembali Kotler (1997:265) menjelaskan tujuh cara product positioning yang dapat dilakukan kabupaten agar mampu bersaing di pasar dalam memasarkan keunggulan daerahnya kepada investor yang dituju.
Ketujuh cara tersebut adalah (1) Penentuan posisi menurut atribut. Ini terjadi bila suatu kabupaten memposisikan diri dengan menonjolkan pembangunannya pada potensi kekuatan daerahnya yang lebih unggul dibanding pesaingnya, (2) Penentuan posisi menurut manfaat. Keunggulan daerah diposisikan sebagai locus utama pembangunan, (3) Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan, (4) Penentuan posisi menurut pemakai, yakni memposisikan keunggulan daerahnya sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. (5) Penentuan posisi menurut pesaing dengan menonjolkan nama daerahnya secara utuh dan diposisikan lebih baik daripada pesaing, (6) Penentuan posisi menurut kategori keunggulan produk, (7) Penentuan posisi harga produk yang berkualitas.
           
 Jika tiap kabupaten di Flores menyadari keunggulan daerahnya masing-masing serta mampu mempertahankan kelebihan dan kekuatan daerahnya, maka Flores akan menjadi pusat destination para investor yang menanamkan modalnya di Flores. Flores merupakan daerah yang mempunyai banyak potensi dan kekuatan lokal yang tetap terjaga secara turun- temurun. * 


Inilah Salah Satu dari 3 Gedung Baru Berlantai 3 pada Kampus IV Uniflor  di  Jln. Sam Ratulangi, Ende 




                        Uniflor Menerima Mahasiswa Baru

          Terhitung mulai 2 Mei 2012 Universitas Flores (Uniflor) menerima mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013. Susunan Panitia Penerimaan dan Penyaringan Mahasiswa Baru berdasarkan Keputusan Rektor Uniflor Nomor 08 Tahun 2012, sebagai berikut.
            Pelindung/Penasihat: H. J. Gadi Djou, Drs. Ekon (Ketua Umum Yapertif) dan Prof. Dr. Stephanus Djawanai, MA (Rektor Uniflor). Penanggung Jawab: Dr. Natsir B. Kotten, M.Pd. (Pembantu Rektor Bidang Akademik). Ketua Panitia: Murdaningsih, S.P., M.P. (Dekan Fakultas Pertanian). Wakil Ketua: Sri Wahyuni, S.P.M.Si (PD Fakultas Pertanian). Sekretaris: Yoseph Mesi, S.H. (Kepala BAAKPSI). Bendahara: Maria S. In Karwayu, S.E. (Kabag Keu BAUK).
            Koordinator Seksi Pendaftaran: Skolastika Seso, S.E. Koordinator Seksi Pengawasan & Koreksi: Yulianus Jeksen, S.P.,M.P. Koordinator Seksi Penggandaan Naskah: Markus Moi, S.Pd. Koordinator Seksi Distribusi Naskah: Leo Demon Muda. Koordinator Seksi Perlengkapan: Paulus Wangga Ngere, A.Md. Koordinator Seksi Promosi, Publikasi & Dokumentasi: Drs. Sehandi Yohanes, M.Si. Koordinator Seksi Konsumsi: Yulita Sero Renggi, A.Md. Koordinator Seksi Keamanan: Thomas Todang. Koordinator Seksi P3K: Kristina G. Ragho, S.Sos.
            Penyusun Naskah Ujian Umum (1) Bahasa Indonesia: Alexander Bala Gawen, S.Pd., M.Pd. (2) Bahasa Inggris: Maximilianus Doi, S.S. (3) IPS: Fransiskus Korosando, S.Pd.,M.Pd. (4) IPA: Maimunah H. Daud, S.Si.,M.Pd.Si.
            Penyusun Naskah Ujian Khusus (1) Prodi Ilmu Hukum: Hendrikus Haipon, S.H.,M.Hum. (2) Prodi Teknik Sipil: Thomas A. Sidin, S.T.,M.T. (3) Prodi Teknik Arsitektur: Petrus John A.  Dede, S.T. (4) Prodi Sastra Inggris: Fransiskus Maria Separ, S.S. (5) Prodi Manajemen: Rafael Octavianus Byre, S.E.,M.Sc. (6) Prodi Akuntansi: Iriany Dewi Soleiman, S.E.,M.Sc. (7) Prodi Ekonomi Pembangunan: Yuliana Sedho, S.E.,M.Sc. (8) Prodi Pertanian: Yustina Maria Puu, S.P.,M.P. (9) Prodi Pendidikan Matematika: Gregorius Taga, S.Pd.,M.Pd. (10) Prodi Pendidikan Fisika: Adrianus Nasar, S.Si.,M.Pd.Si. (11) Prodi Pendidikan Sejarah: Drs. Yoseph Dentis, S.Pd.,M.A. (12) Prodi Pendidikan Ekonomi: Marselinus Nandes, S.Pd.,M.Pd. (13) Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI): Sr. Imelda Oliva Wisang, S.Pd.,M.Pd. (14) Prodi PGSD: Maria Emanuela Ewo, S.Pd.,M.Pd.
            Ketua Panitia, Murdaningsih, S.P.,M.P. menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013 dipusatkan di Auditorium Uniflor. Di depan Auditorium disiapkan tiga loket, yakni Loket 1, Loket 2, dan Loket 3. Pembayaran uang pendaftaran melalui Bank NTT yang ada di samping Auditorium. (ani).


 Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Uniflor, Murdaningsih, S.P.,M.P.



***


Flash News

·    Workshop Fakultas Ekonomi. Dalam rangka pengembangan kurikulum, FE Uniflor akan mengadakan workshop pada Kamis, 24 Mei 2012. Workshop akan diikuti para dosen FE dengan menghadirkan tiga pakar dari UGM Yogyakarta, yakni Prof. Dr. Slamet Sugiri, Dr. Tri Widodo, MBA, dan Dr. T. Hani Handoko, MBA. “Tiga fokus materi workshop, yakni pengembangan kurikulum, pedoman penulisan skripsi, dan  pedoman pembimbingan skripsi,” demikian penjelasan Dekan  FE Uniflor, Sabra B. Wahab Thalib, SE.,M.Acc. (eta)
·      
        Peradilan Semu Fakultas Hukum. Selama dua hari, yakni hari Jumat dan Sabtu, tanggal 11 dan 12 Mei 2012, Fakultas Hukum Uniflor menyelenggarakan Pagelaran Peradilan Semu yang dilaksanakan di Aula Faklutas Hukum Lantai 3 Kampus IV Uniflor. Demikian info Dekan Fakultas Hukum Uniflor, Christiana Sri Murni, S.H.,M.Hum kepada “Suara Uniflor” Kamis (20 Mei 2012) di Kampus IV Uniflor. (eta).


***


UNIVERSITAS FLORES
MENERIMA MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2012/2013

Waktu Pendaftaran
1.      Gelombang I, 2 Mei s.d. 4 Juli 2012, Testing 10 Juli 2012, Pengumuman 14 Juli 2012.
2.      Gelombang II, 5 Juli s.d. 4 Agustus 2012, Testing 8 Agustus 2012, Pengumuman 11 Agustus 2012.
Tempat Pendaftaran
1.      Di Auditorium Universitas Flores, Jln. Sam Ratulangi, Ende, Flores.
2.      Disiapkan Loket 1, Loket 2, Loket 3, dan Meja Konsultas Pilihan Program Studi.
Administrasi Pendaftaran
1.      Menyerahkan fotocopy ijazah SMA/SMK/MAN legalisir sebanyak 1 lembar.
2.      Menyerahkan fotocopy NEM SMA/SMK/MAN legalisir sebanyak 1 lembar (dengan menunjuk ijazah asli dan NEM asli).
3.      Menyerahkan pasfoto ukuran 3x4 cm terbaru (rapi) sebanyak 2 lembar.
4.      Menyerahkan fotocopy KTP sebanyak 1 lembar.
5.      Mengisi formulir pendaftaran dan mengembalikan kepada petugas.
6.      Menyerahkan map snelhekter plastik sebanyak 1 lembar, dengan perincian warna:
a.       Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan berwarna biru.
b.      Fakultas Ekonomi berwarna kuning.
c.       Fakultas Hukum berwarna hijau.
d.      Fakultas Teknik berwarna merah.
e.       Fakultas Sastra Inggris berwarna oranye.
f.       Fakultas Pertanian berwarna hitam.
Biaya Pendaftran
1.      Biaya pendaftaran Gelombang I  Rp 200.000.
2.      Biaya pendaftaran Gelombang II Rp 250.000.
Ende, 2 Mei 2012
a.n. Rektor Universitas Flores
Pembantu Rektor Bidang Akademik

Dr. Natsir B. Kotten, M.Pd.

posted by Jurnal Online Uniflor @ 11.45,

0 Comments:

Poskan Komentar

<< Home